Berkah Dalem…..

Lama ga ngomyang (meracau in javanese-red.) yaaaah. Hehe, ga mood, n ga ada ide, jadi mandheg.

Hoooukei, aku CURHAT lagi yah. Hahaha

Semalem dan pagi ini tiba2 aku nervous. Hehe. 1st of all, kuliah profesi udah hampir mulai, dan sesuatu yang baru selalu bikin aku nervous, sedikit banyak, makin dekat makin banyak. Setahun itu, cepet banget (4 tahun s1 aja rasanya cepet).  Tarik napaaaas, hembuskan. Huff huff. Semangaaaat !!! Pasti bisa. Harus lebih baik dari s1 kemaren. Belajarnya, prestasinya, sungguh2nya, & ngiritnya (hehehe). HARUS.

Truuus, (lagi-lagi), tentang persiapan pernikahan. 1 tahun 8 bulan (kira2) tu cepet juga kan yaaaa, apalagi disambi kuliah, heuu. Mbuh piye nanti rasane. Awalnya aku cuma mikirin persiapan teknis hari H, apa aja yang mesti disiapin, berapa duit. Tapi si Mas bikin sadar, gara2 BBMnya yang imyut tentang rumah, kalo persiapan masuk ke wedding life jauh lebih penting daripada hari H mengikat janji. Dua2nya penting, tapi yang sampai mati lebih penting daripada satu hari pesta. Jadi, ini tentang duit.

Sebagai elisabethyoanamarrieadelina, jujur aja, kau buta sama sekali tentang pengelolaan keuangan rumah tangga. Plus, belom kerja, belom pegang uang sendiri, jadi ngertinya cuma ngirit2 kiriman ayah dan bunda tiap bulan. Dan tentu saja, beda yaaaaa dua cara hidup di atas.

Kalo sendiri sih, yang dipikirin cuma makan tiap hari, bayar listrik, bayar kuliah, kebutuhan pribadi, ama tugas-tugas kampus. Sayang, belom punya usaha buat uang saku sendiri. -_-‘ (ceritanya lain lagi nih)

Kalo nanti berkeluarga, nah lo. Awalnya ada dua orang. Harus bisa atur duit berdua, dan harus sepakat gimana-gimininya sejak sebelom nikah, biar jelaaaas dan ga jadi sumber bencana alam. Yang dipikirin pun lebih dari bayar listrik dkk. Rumah, tabungan, investasi, asuransi, pensiun, anak, lalala lilili banyak sekali.

Gemeter deh aku. Trus langsung BBM si Mas, Mas aku diajarin yah. (—___—””) . Calon istri ga kompeten. Susah deeeeeh.

Bukan berarti lalu akyu ga mau tau lho yaaaa. Trima jadi si Mas melulu yang ngurusin perduitan. Nooo. Justru karena aku khawatir akan memporakporandakan keuangan, aku rasanya tergerak untuk bisa mengelola, tau yang aku harus tau mulai dari sekarang. Buang deh ke kloset rasa malunya. Muka tembok. Yang penting aku ga bikin suami susah nantinya karena ga bisa pegang uang. Hoooowwwwhhh.

Daaaan, ini baru soal biaya biayi. Belom yang lain-lain lagi. Satu-satu deh ya.

Ya, wedding life lebih bikin nervous daripada wedding day. hahahha

Tapi, apa sih yang lebih besar dari DIA ? Ga ada. Jadi, dalam nama Yesus yaaaah.

*Plus rencana yg bener, plus itu, plus ini, plus … . Heeelp

About Yoan

Skeptis, gampang terpengaruh, pemimpi, love to sing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s