Inner peace, come to my heart please …

Aku kuatir

Dan inner peace, ga datang begitu saja. Harus diperjuangkan.

Rasanya aku perlu berdamai dengan tantangan baru studi ini, jarak yang sama dengan waktu yang  jauh berkurang, masa depan. Masalahnya kurasa satu, aku kurang percaya, berserah.

Harus terus kuulang dalam hati, Sabda ini :

1. Matius 6 : 25-34  –> Hal Kekuatiran

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. (Mat 6 : 33-34)

2. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang (Amsal 23:18)

3. Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati (Ulangan 31:8)

Ya, akhir-akhir ini aku khawatir berlebihan akan masa depanku. Ga ada yang tau apa yang akan terjadi nanti. Lalu ketakutan2ku bikin aku patah hati, pilu.

Syukur pada Allah, diingatkanNya aku.

Bahwa yang kujalani saat ini jauh lebih penting. Kalau kuusahakan yang terbaik untuk saat ini, mungkin saja akan mengantarku pada masa depan yg baik juga.

Dan tantangan2 menuju masa depan itu, ga seharusnya kuhadapi dengan kekuatiran dan ketakutan. Tapi dengan iman dan harapan. Tuhan Yesus jauuuh lebih besar dari segala tantangan & masalah yang ada. Jadi, kenapa harus takut?

Maka yang terpenting adalah sungguh sadar, hati yang damai, memungkinkan kita melakukan apapun. Karena segala sesuatu akan kita jalani dengan sukacita, tanpa kuatir dan takut berlebihan. Damai yang sejati tentu berasal dari Allah. Maka temukan Allah, kalau mau menemukan damai.

Sulitkah menemukan Allah ? Hmm, u know, Dia selalu ada, ga pernah jauh dari kita. Dia cuma sejauh doa. Tapi, seringkali kita sulit menemukannya karena sulit masuk dalam hening. Penuh kepala dan hati kita dengan kebisingan dunia.

Dan, ya, kedamaian jiwa, kedekatan dengan Allah, tidak selalu mudah dilakukan, karena butuh perjuangan, kesetiaan, setiap hari. Tapi, jangan lantas menyerah. Karena sesungguhnya hanya kita saja yang merasa sulit dekat denganNya, padahal Dia sudah begitu dekat, di sini nih dalem hati.

Inner peace …

About Yoan

Skeptis, gampang terpengaruh, pemimpi, love to sing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s